Otoritas Filipina telah menemukan kotak hitam dari pesawat Angkatan Udara yang jatuh pada Minggu (4/7/2021) lalu. Kecelakaan tersebut menewaskan lebih dari 50 orang, kata Kepala Militer, Cirilito Sobejana kepada Reuters, Selasa. Pilot yang memegang komando, yang memiliki pengalaman beberapa tahun menerbangkan pesawat C 130, termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan di Pulau Jolo.

Panglima militer mengatakan kotak hitam telah diambil pada Senin (5/7/2021). Kotak hitam itu memungkinkan para penyelidik untuk mendengarkan percakapan para pilot dan kru sebelum pesawat itu jatuh. "Saya berbicara dengan para penumpang yang selamat. Mereka mengatakan pesawat memantul dua hingga tiga kali dan bergerak zig zag," ujar Sobejana.

"Pilot berusaha memulihkan mesin agar bisa mengangkat pesawat, tapi itu sudah terlambat." "Sayap kanan menabrak pohon." Sobejana mengatakan, tidak ada penumpang yang melompat dari pesawat sebelum jatuh.

Ada laporan sebelumnya dari saksi, beberapa penumpang sempat mencoba melompat ke tempat yang aman sebelum pesawat menabrak tanah. Ia mengatakan bagian depan pesawat terbelah dan beberapa tentara memanfaatkan celah itu untuk melarikan diri. Tetapi mereka yang tidak sadar tidak bisa keluar dari pesawat yang terbakar.

Pesawat angkut Lockheed C 130 dengan 96 penumpang membawa pasukan menuju operasi kontra pemberontakan di Filipina selatan jatuh. Laporan awal menyebut korban tewas mencapai 50 orang, termasuk termasuk tiga warga sipil di darat. Namun jumlah korban tewas meningkat pada Senin menjadi 52 orang.

Dua dari 49 tentara yang terluka dalam kecelakaan itu akhirnya meninggal karena luka luka mereka, kata kementerian pertahanan. Juru bicara militer Edgard Arevalo mengatakan pesawat itu dalam "kondisi sangat baik". Pesawat masih memiliki 11.000 jam terbang tersisa sebelum pemeliharaan berikutnya dijadwalkan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *